Profil Desa Lonrong
Desa Lonrong adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa ini merupakan salah satu dari 13 desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Ujung Loe.
Letak Geografis dan Wilayah
Desa Lonrong merupakan salah satu dari 13 desa yang berada di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 46,8 km² dan terdiri atas 7 dusun, yaitu Dusun Bonto Lonrong, Dusun Pangngai, Dusun Cambayya, Dusun Dongkokang, Dusun Katimorang, Dusun Taipa Rampang, dan Dusun Mangngepong. Secara geografis, Desa Lonrong memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ulugalung, Kecamatan Ujung Loe. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Barua, Kecamatan Eremerasa. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mappilawing, Kecamatan Eremerasa. Desa Lonrong berada pada wilayah yang strategis dan dapat diakses melalui jalur darat. Keberadaan desa ini didukung oleh kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan dan lahan pertanian, sehingga sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan. Pembagian wilayah administrasi ke dalam tujuh dusun juga mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa serta pemerataan pelayanan kepada masyarakat.
Informasi Umum
- Provinsi: Sulawesi Selatan
- Kabupaten: Lonrong
- Kecamatan: Eremerasa
- Kode Pos: 92661
Data Wilayah
- Jumlah Dusun: 7 Dusun
- Luas Wilayah: 46,8 km²
- Ketinggian: ± 50-300 mdpl
- Batas Wilayah:
Utara: Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa
Selatan: Desa Ulugalung, Kecamatan Ujung Loe
Barat: Desa Mappilawing, Kecamatan Eremerasa
Timur: Desa Barua, Kecamatan Eremerasa
"Desa Lonrong adalah permata tersembunyi di Kecamatan Ujung Loe, yang menyimpan potensi besar dalam sektor pertanian dan keindahan alamnya."
Sejarah Pembentukan
Desa Lonrong memiliki sejarah panjang. Sistem pertahanan desa mulai terbentuk pada tahun 1962 dengan nama Desa Katimorang. Melalui musyawarah para tokoh masyarakat , nama desa kemudian diubah menjadi Desa Lonrong pada tahun 1963 di bawah kepemimpinan Daeng Barakka. Seiring berjalannya waktu, desa terus berkembang baik dari sisi pemerintahan maupun pembagian wilayah administrasi hingga kini memiliki tujuh dusun.
Kehidupan Sosial dan Budaya
Masyarakat Desa Lonrong menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan, serta tetap melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Potensi dan Pembangunan
Desa Lonrong memiliki potensi pada sektor pertanian, perkebunan, serta pariwisata alam. Destinasi wisata seperti Batu Doli dan Yuhyi menjadi daya tarik desa yang terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Fakta Menarik
Desa Lonrong berkembang dari dua dusun menjadi tujuh dusun sebagai hasil dari meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan wilayah sejak tahun 2005 hingga sekarang.
Visi Masa Depan
Desa Lonrong berkomitmen mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi desa di bidang pertanian dan pariwisata.